03
Mei
08

Teknologi Bola Basket baru Dengan 12 panel

pernahkan anda memperhatikan pola garis dan panel pada bola yang biasa dipakai untuk bermain basket? Kalau kita hitung maka jumlah panel yang dibatasi oleh garis pada bola tersebut berjumlah 8. Apapun merek bola yang kita pakai untuk bermain basket, dari yang asli sampai yang aspal pola garis dan panel tersebut tidak pernah berubah dari masa ke masa.

Ternyata pada tahun lalu, Molten yang sudah hampir seperempat abad bekerjasama dengan FIBA sebagai official game ball melakukan terobosan baru dalam hal pola tersebut. Melalui rancangan Giorgetto Giugiaro, yang juga terkenal sebagai perancang model mobil seperti Alfa Romeo, Maraseti dan Fiat ini, Molten menciptakan pola baru sehingga membuat jumlah panel pada bola berjumlah 12 buah.

Bola ini di desain setelah mendapatkan dua masukan berbeda dari mantan pebolabasket asal Italia. Satu pihak menyebutkan perlunya perubahan dalam desain bola basket sementara pihak lain menyatakan sebaliknya. Tim desain mencoba memadukan kedua ide berbeda ini dan terciptalah bola seri GL yang karakteristik panelnya tetap sama namun bertambah serta paduan warna kontras yang menarik antara oranye kecoklatan dan krem.

Bola ini diklaim oleh pihak Molten bakal meningkatkan performa pemain melalui teknologi 2 bantalan (dual cushion technology). Bantalan pertama terdiri dari busa yang padat dan empuk. Bantalan busa ini berada di lapisan ketiga setelah lapisan luar permukaan bola yang bersentuhan dengan tangan pemain dan lapisan penyokong dibawah lapisan luar.

Bantalan kedua merupakan alur pemisah panel yang terbuat dari bahan karet spesial. Kombinasi ini dinyatakan bakal memberikan efek lembut saat bola memantul tanpa kehilangan kecepatan aslinya seperti layaknya bola normal yang dipakai sebelumnya. Selain itu saat pemain melakukan gerakan menangkap, bola ini mereduksi getaran lebih baik dibandingkan bola sebelumnya. Juga bagian yang dekat dengan pemisah antar panel dibuat lebih rata dibanding sebelumnya yang sedikit melengkung.

Jika Anda perhatikan bola basket, lapisan permukaan bola kelihatan seperti kumpulan butiran-butiran kecil (pebble) yang menyatu untuk membentuk suatu lapisan. Nah, di bola seri GL ini, pebble semakin banyak dan semakin rapat dari sebelumnya. Selain itu pebble ini juga dibuat lebih rata dibanding sebelumnya yang cenderung menonjol.

Dengan inovasi baru diatas, gerakan-gerakan inti di bola basket seperti, dribbling, passing, catching dan shooting ditengarai akan semakin baik dilakukan karena permukaan bola yang enak untuk digenggam.

FIBA sendiri telah menyetujui seri GL , yang diperuntukkan untuk gim basket di dalam ruangan, sebagai bola ofisial yang akan digunakan di seluruh kompetisi dibawah naungan FIBA mulai Januari 2005. Bola seri GL terdiri dari 2 ukuran yaitu GL7 untuk kategori putra dan GL6 untuk putri. Bola ini juga akan digunakan di even Olimpiade 2008 dan 2012.

Pada tahun 2004 lalu, Liga Basket Eropa sudah mulai menggunakan bola ini pada 16 pertandingan yang digelarnya. Sebagian pemain yang berlaga di Liga yang melibatkan 24 tim-tim elit dari negara Eropa tersebut ternyata sangat antusias menyambut perubahan pola bola yang mereka pakai untuk bertanding.

“Untuk shooters seperti saya, bola dengan pola baru ini sangat mengagumkan. Lingkar putih yang mengelilingi bola bisa menunjukkan rotasi bola yang benar atau salah pada setiap kali melakukan tembakkan” ujar Pascall Roller, yang bermain sebagai guard pada klub Opel Skyliner, Frankfurt.

Sementara Dejan Milosevic yang bermain sebagai forward di klub Partisan Belgrade mengakui kalau menggunakan bola baru ini mampu menghadirkan semangat dan antusiasme bermain bolabasket saat ia masih kanak – kanak. “Selama latihan saya selalu ingin menyentuh bola (dengan pola baru) itu. Saat itu saya dapat merasakan atmosfir yang sama dengan yang saya rasakan ketika masih kecil dulu”, ujarnya.

Bola seri GL ini dalam waktu dekat tampaknya juga akan digunakan di turnamen atau kompetisi resmi dibawah PB Perbasi maupun kompetisi IBL.
(feb/isr/molten-gl7.com)

03
Mei
08

Konsentresi penuh untuk Semifinal IBL

Klub Bhineka asal Solo ini akan menantang juara bertahan Satria Muda Britama dalam laga berformat best of three. Jika kedua regu berbagi kemenangan, gim ketiga akan dilangsungkan pada Selasa, 6 Mei.

Semula subsidi promotor IBL adalah Rp 600 ribu per orang untuk tiket dan Rp 270 ribu per kamar untuk delapan kamar hotel.

“Kami sudah berusaha mencari tiket pesawat dengan harga sebesar subsidi tersebut, ternyata tak ada,” kata Halim Sugiarto, bos Bhinneka.

Bhinneka bahkan berencana tak berangkat ke Jakarta dan tak peduli ada sanksi menanti. “Biar jadi pelajaran buat IBL agar mereka mengerti bagaimana susahnya tim daerah,” kata Halim.

Beruntung niat itu sepertinya tak terlaksana. “Pak Nandang Roekanda, administrator IBL, meminta kami mengirim 16 nama yang akan ke Jakarta. Barangkali mereka mau membantu kami,” kata Halim.

Masalah dana dan subsidi ter-nyata tak mengganggu persiapan tim Bhinneka. “Soal berangkat atau tidak itu keputusan Pak Halim. Kami menurut saja. Tapi, tim ini tetap fokus menghadapi Satria Muda,” tegas pelatih Bhinneka, Ateng Sugianto.

Ateng sadar SM adalah lawan tangguh. “Mereka pasti akan berusaha terus mengajak bermain cepat. Karena itu fisik anak-anak harus siap,” katanya.

Ateng harus menyiapkan fisik pemain-pemain senior Bhinneka seperti I Made Sudiadnya, Dhannya Harahap, atau Pek King Dhay agar mampu meladeni Faisal J. Ahmad dkk.

Kalah dalam postur dan materi pemain tak membuat Bhinneka berkecil hati. Dua kekalahan di babak reguler tak lagi menjadi patokan.

“Sekecil apa pun peluang tetap kami manfaatkan. Bhinneka konsentrasi penuh menghadapi SM,” ujarnya.

03
Mei
08

Tahukah Anda


Basket ditemukan oleh James Naismith. Pada awalnya permainan ini bernama “duck on a rock” yang menggunakan keranjang biasa. Permainan ini dimainkan oleh 18 orang yang kemudian dibagi menjadi 2 tim dengan ketentuan masing-masing tim terdiri dari 9 orang. Kemudian, kedua tim saling memperebutkan bola dan memasukannya kekeranjang, meskipun pada awalnya keranjang tersebut masih memiliki dasar (tidak bolong).

Permainan ini terinspirasi oleh James berkat desakan atasannya untuk membuat permainan disela waktu istirahat tim football dan baseball yang ia latih. Akhirnya, pada tahun 1893 ditemukan ring basket yang terbuat dari baja

yang kemudian permukaan dalam ring dipotong. Permainan ini terus berkembang dan terkenal dimana-mana, hingga pada tahun 1909 diresmikan dengan nama BasketBall

02
Mei
08

Persija Lebih Suka di Lebak Bulus

Intern Persija Jakarta mulai bergejolak seusai Menegpora Adyaksa Dault memberikan izin Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sebagai home ground. Suporter persija, Jackmania bahkan meminta pengurus meninjau ulang rencana menggunakan SUGBK. Meski tidak memiliki garis organisatoris dengan persija, Jackmania tetap menolak SUGBK karena faktor keamanan, lain hal dengan Lebak Bulus yang jarang terjadi kerusuhan.

02
Mei
08

El Che Bangkrut !!

Nasib Valencia berada di ujung tanduk setelah berprestasi buruk. Mereka terancam bangkrut dan siap menjual tiga pemain andalanya untuk memperbaiki neraca keuangannya.

02
Mei
08

Ronaldo kencan dengan 3 waria.

Ronado yang merupakan striker dari club AC MILAN mengurung diri saat kencannya dengan tiga orang waria terbongkar. Entah stres atau malu, Ronaldo enggan menunjukan batang hidungnya dan janji wawancara dengan wartawan dibatalkan. Kejadian ini membuat beberapa wartawan kecewa akibat sikap Ronaldo yang membatalkan wawancara.

02
Mei
08

Capoeirista Indonesia

Capoeirista adalah sebutan untuk orang yang mendalami tekhnik Capoeira. Di Indonesia sudah banyak tempat untuk mempelajari Capoeira, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa, contohnya di Bogor, Jawa Barat. Disana terdapat beberapa Grup Capoeira. Bagi anda yang berdomisili di Jakarta atau daerah-daerah terpencil, jangan berkecil hati karena “Capoeira sudah ada di hampir setiap kota yang ada di Indonesia”, ujar pengurus Capoeira Indonesia.